Rabu, 8 Jun 2011

Sebuah Persembahan Asy Syifaa' ; NGABOSEH

(Poster kredit kepada Ahmad Zulhazwan)


Antara syukur dan takziah, sudah beberapa bulan saya mendapatkan amanah sebagai ketua Divisi Syiar Dewan Keluarga Masjid (DKM) Ass-Syifaa, di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

Apabila difikirkan, berat rasanya tanggungjawab di bahu.

Masalah bahasa dan cara berbeza, belum lagi dengan kekangan waktu sebagai doktor muda.Semua bersatu di akal fikir.

Namun, dengan izinNya, masalah itu harus dilihat sebagai momentum untuk berkarya, bukan sebagai suatu beban untuk dikeluh kesahkan.

Alhamdulillah acara pertama kami, berjalan dengan lancar.

Di sini ada sedikit laporan acara kelmarin. Semoga Bahasa Indonesianya boleh difahami..





Asy Syifaa’ RSHS mengadakan acaraNGABOSEH (Ngobrol Bareng Orang Sholeh) part 1, dengan tema ISLAM DIHUJAT ISLAM MENJAWAB, pada hari rabu sore tanggal 1 Juni 2011.


Acara yang digelar tidak hanya diikuti oleh kalangan dokter muda dan perawat, beberapa karyawan RSHS dan karyawan swasta juga hadir.


Tema ini diambil sebagai respon terhadap maraknya fenomena aliran sesat, yang kian meresahkan masyarakat. Berkembangnya isu NII, yaitu salah satu golongan yang mengikrarkan diri berlandaskan Islam, telah membuat masyrakat fobia dengan penegakkan aturan Islam.


Padahal penegakkan aturan Islam disini, bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Mulai dari diri sendiri, berusaha untuk mewarnai kehidupan sehari-hari dengan mengamalkan ajaran Islam.

Ustadz Asep (pembicara) mengutip surat Ar Rum ayat 30-32 :


“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,

yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”

(Ar Rum : 30-32)


Dari ayat tersebut dapat diambil hikmah, untuk memegang teguh dien Allah, yang menjadi fitrah manusia. Jika sudah melenceng maka kembalilah kepada Allah, dengan shalat dan taubat.

Tidak benar menganggap golongannya yang paling benar, seperti apa yang diajarkan NII dengan mengkafirkan muslim lain di luar golongan NII.


Ditegaskan juga dengan pernyataan,


“Bukan golongan kami, yang jihadnya, matinya dalam fanatisme golongan tertentu”.


Begitupun pada zaman Rasulullah saw, Rasul tidak mengkafirkan golongan lain walau terdapat perbedaan mencolok. Misalnya golongan Anshar yang kebanyakan memiliki karakter lembut sedangkan golongan Muhajirin dengan karakter kerasnya, tidak dibeda-bedakan oleh Rasul. Bahkan Rasul mengajarkan kaum muslimin untuk tidak mengganggu harta, keluarga, dan melindungi kepentingan non muslim yang tidak mengganggu ketentraman kaum muslimin.


“Bagaimana dengan baiat (pengucapan syahadat) yang harus diikrarkan dihadapan saksi?”.


Ustadz Asep, menyatakan bahwa semua anak yang lahir adalah muslim, dan orang tuanya yang kelak akan membuat menjadi kafir atau tidak. Jadi tidak mutlak dan memang tidak ada aturannya harus bersyahadat dihadapan orang tertentu kalau memang dari kecil sudah dididik sebagai muslim.


Tentang kewajiban berinfak, bahkan untuk mendapatkannya bisa menghalalkan segala cara. Jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Bagaimana mungkin islam menghalalkan seseorang untuk mencuri. Kalaupun hendak berinfak, bisa dilakukan sesuai kemampuan serta hukum infak bukan wajid, seperti yang diajarkan NII.


“Lalu, bagaimana kita tahu itu sesat?”.


Dua hal yang membuat kita harus waspada, yaitu jika jamaah tersebut menyatakan bahwa pemerintah adalah thagut dan merasa golongannya yang paling baik (mengkafirkan di luar golongannya).


Sebagai muslim yang baik, hendaknya tidak terprovokasi dengan hebohnya isu NII, aliran sesat lainnya, dan teroris yang meresahkan. Buktikan bahwa Islam adalah agama fitrah, yang berlaku dalam berbagai aspek kehidupan.


Hujamkan semangat dalam hati dan amalkan dengan perbuatan, bahwa Islam itu agama yang damai dan indah, yang akan selalu UP TO DATE seiring berjalannya waktu. Hingga suatu saat kebenaran itu pasti akan terungkap.



Antara foto sewaktu acara dilangsungkan..




2 ulasan:

jalaluddin machalli berkata...

barakallahu lakum ikhwati

Ahmad Zulfahmi berkata...

Jalal ~

Afwan ya akhi.. Gmana khabarnya sekarang? Udah setahun ga ketemu :-)