Isnin, 31 Januari 2011

Sebuah Al-Kisah : Meremehkan Janji


Ada sebuah cerita tentang pengalaman pahit yang dialami oleh seorang wanita. Teman perempuannya membuat janji dengan wanita itu. Katanya ada persoalan penting yang harus dibicarakan. Tentu saja wanita itu menunggu temannya tersebut sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Akan tetapi, ternyata temannya itu datang setelah terlambat hampir tiga jam. Tentu kita dapat membayangkan bagaimana perasaan wanita itu. Rasa penasaran tentang persoalan penting menjadi hilang dan berganti dengan keingintahuan mengapa temannya datang terlambat.

Buku yang tebalnya 88 muka surat ini mengandungi sesuatu tonik yang berguna dalam berbicara tentang JANJI..

Suka saya apabila di jazirah Arab juga ada yang mendefinisikan janji kepada dua; Janji Timur (Arab) dan juga janji Barat..

Janji Timur, ya biasa dengan kelewatan. Dan Barat sinonim dengan ketepatan waktu..

Padahal ISLAM sendiri mengajar umatnya tepat waktu.

Solat sehari semalam, puasa pada bulan Ramadan..

Berbuka seminit awal secara sengaja, maka terbatallah puasa.Walau picis itu seminit, masa sangat dipentingkan dalam ISLAM..

Dan umat MELAYu, terkenal dengan janji MELAYU..

Bahasa 'hampeh' untuk merelevankan salah satu ciri celaka insan MUNAFIQ..


Alangkah indahnya hidup dengan penuh keteraturan, keseimbangan dan keselarasan dalam menggunakan hak dan melaksanakan kewajiban. Tentu kita mengerti bahwa jika kita terikat perjanjian atau kesepakatan dengan siapa saja, kita harus menepatinya kecuali jika ada hal-hal di luar perkiraan yang benar-benar menghalangi kita untuk menunaikannya, dan kita tidak sanggup untuk menghindarinya. Namun, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menepatinya. Kalaupun kita tidak dapat menepatinya, kita harus meminta maaf sebelum waktu yang disepakati bersama atau sesudahnya jika terpaksa.

Dan juga bicara buku tentang kenapa orang tidak menepati janji, bagaimanakah mahu menepati janji dan juga kesan-kesan buruk apabila janji diremehkan..

Menarik juga petikan-petikan cerita ulama seperti Syeikh Utsaimin, Syeikh Nasiruddin Albani dan ulama-ulama Ikhwan Muslimin.

Betapa di hati mereka menilai tinggi apa yang dinamakan janji..

Menepati janji antara kriteria WAJIB untuk memilih seorang pemimpin. Terfikir rasional sekali seandainya janji sekecil waktu mesyuarat tidak dapat ditepati dan diberi komitmen bersama, masakan nanti mampu si dia menguruskan kebajikan dan harta negara dengan saksama..

Secara keseluruhannya, buku ini sangat mengujakan saya..

Walaupun di mata banyak manusia ini adalah permasalahan BIASA dan KECIL, jauh di pandagan orang yang punya IMAN, aspek JANJI adalah salah satu SYARAT menuai SYURGA...

Ayuh teman, jaga bahasamu berkomitmen dan TUNAIKAN JANJI....

2 ulasan:

horiah zahidah berkata...

Alhamdulillah, terima kasih atas peringatan yang sangat penting ini.memegang janji adalah sangat dituntut dalam Islam seperti firman Allah dalam surah Al-Mu'minun,

"Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya."
[al-Mu'minun, 23:8]

jelas dalam surah ini (ayat 1-11), menjaga janji adalah ciri2 orang beriman.namun sebaliknya, orang2 yang mengkhianati janji adalah ciri2 orang munafik, seperti sabda Rasulullah s.a.w,

"Ada empat perkara, sesiapa yang melakukannya maka ia adalah seorang munafik tulen. Sesiapa yang melakukan satu daripada empat perkara itu, maka ia mempunyai salah satu daripada sifat munafik, hingga dia meninggalkannya . (Empat sifat itu ialah) apabila dipercayai ia khianat, apabila bercakap ia berdusta, apabila berjanji ia mungkir dan apabila bertengkar ia melampaui batas(mengenepikan kebenaran)."
[Hadis Riwayat Ahmad]

maka marilah sama2 kita berusaha untuk memenuhi janji dan menjaga amanah.Allah juga telah mengajar kita cara yang terbaik dalam hal ini, iaitu mengucapkan insyaAllah, sepertimana firmannya dalam surah al-Kahfi:

"Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu,"Aku pasti melakukan itu besok pagi," kecuali (dengan mengatakan)'Insya Allah'. Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah,"Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk agar aku lebih dekat (kebenarannya) daripada ini."
[al-Kahfi, 18:23-24]

menjaga amanah juga penting demi menjaga ukhwah dalam sebuah persaudaraan kerana ia adalah dimana terletaknya kepercayaan seseorang terhadap orang yang diberi amanah. pepatah inggeris juga ada menyebut,

"Trust is like a paper, once it's crumpled, it can't be perfect anymore."

jadi, berusahalah sebaik mungkin untuk untuk tidak meremehkan janji, kerana walaupun nampak simple dan remeh, namun jika terlepas pandang ia akan meberi impak yang besar.

ayat2 di atas bukanlah ciptaan saya sendiri, tetapi kalam Allah dan kata2 rasulullah.maka, berpegang teguhlah, semoga kita semua dirahmati Allah, insyaAllah :)

Ahmad Zulfahmi berkata...

horiah zahidah~

Sama-sama..Panjang komentarnya :-)
Terima kasih atas nilai tambahnya..