Selasa, 15 Mac 2011

Sumur Motivasiku : Ceritera Semangat Seorang Datuk dan Doktor..



Sewaktu lemah semangat berkunjung, sumur positif kekeringan motivasi,gambar profail Facebook ini selalu menepuk bahu, menyuruh kuatkan langkahan..

Seorang orang tua yang cacat, lumpuh berkerusi roda, bicaranya tidak jelas kedengaran.Namun anak-anak muda berkerumun mendengar suaranya.Seakan-akan mutiara hikmahnya bak telaga Zam-Zam yang tidak pernah kunjung kering air manfaatnya.
Takkan aku kalah dengan kehebatannya..

Seorang lagi seorang doktor pakar anak.Dia cintakan agamanya.Dia rindukan kebebasan tanah pusaka bondanya.Dia jijik melihat hawa-hawa sedarah sedaging terpalit hina maruahnya oleh Zionis Israel.Tiada Khalifah Al-Maamun yang datang membela..Takkan ku kalah dengan kesibukannya..

Dan mereka berdua telah pergi meninggalkan aku dan kamu.Darah mereka bersaksi menjagat raya.Mereka hanya manusia biasa, yang mulia diangkat Ilahi, kerna menjunjung titah Tuhan mereka Yang Maha Tinggi.

Sewaktu hati berkisah sibuknya daku, penatnya mataku, lelahnya badanku..Akal fikirku malu kepalang kepada dua jiwa perindu syurga ini.Apa yang sibuknya daku berbanding sang doktor..Dan ternyata bicaraku lebih kedengaran berbanding si beruban putih, dan kakiku masih lagi mampu menapak normal.Namun ku percaya, seandainya kakiku diberi peluang bicara, pasti ia berasa sugul masygul.

" Wahai tuanku, kamu mempunyaiku yang cukup normal,mampu ke mana-mana, berlari dan berjalan, menyepak dan menerajang.Dan si beruban putih itu ternyata semenjak kecil sudah kehilangan sepak dan terajangnya, lari dan berjalan entah ke mana.Hanya kerusi roda sebagai pendamping maha setia. Dan dia mampu berbuat banyak untuk agamanya, bangsanya dan juga tanah airnya! Tidak malukah kamu kepada dirinya wahai tuanku?"

Sukar mahu menjawab.Tetapi itulah hakikatnya.HambaMu ini sering lemah dan leka.Alpa dan lalai sebuah norma.

Akan tetapi, jangan sesekali menyerah dan mengaku kalah.Bendera putih itu jiwa pengecut.Kita sang pemberani yang hanya memahami darah dan air mata, tenaga dan usaha, sebagai wadah bicara.Ini kamus kehidupan seorang fityah pejuang...

Bumi terus berputar, dan berputar.Usia dunia semakin berkurangan.Ada manusia yang bahagia,malahan ada yang sayugia celaka.

Hari ini dunia menunggu kita untuk mencorak cita dan warna.Demi sebuah esok yang bahagia, menuju redha Ilahi dan menempah sebuah Syurga..

Kuatkan hati, tancapkan semangat..Ayuh melangkah...

“Hari orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok….” (QS. Al-Hasyr: 18)


Rabu, 9 Mac 2011

Kerna Daku Bukan Singa Kandang..


Dalam kesibukan bertugas dan belajar, buku, selaku pendamping saya yang paling setia, tidak pernah ditinggalkan.

Saya meminati sesuatu yang bersemangat, motivasi, irama positif. Dan saya sangat suka berkongsi dengan orang tentang pengalaman peribadi yang dilalui setiap hari.Ketika ini, Negeri 5 Menara sedang dihadam.Sebuah karya A.Fuadi.Ada sesuatu magik istimewa yang dipamerkan beliau.

Saya baru beberapa puluh lembar membelek.Dan di sini, saya terinspirasi untuk berkongsi sebuah bait penggugah semangat dan jiwa.


Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup setelah terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
Jika di dalam hutan...



Dengan irama Man Jadda Wajada, Sesiapa yang bersungguh-sungguh dia pasti berjaya..

Ayuh kobarkanlah semangat, berjuang dengan darah dan air mata, masa dan tenaga, demi hidup yang gemilang untuk agama, bangsa dan negara...


Selasa, 8 Mac 2011

Sebuah Syurga Dunia di Public Health...


Di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, saya banyak bertemu dengan banyak ragam manusia.

Mereka tidak sepopular grup band SMASH, tidaklah segah politikus seperti Susilo Bambang Yudoyono.Mereka insan yang bergelar hero tidak didendang.

Semangat meluap-luap.

Tiada hari yang tidak ceria buat mereka.

Menjadi insan bermanfaat, motto mereka yang sering meniti di bibir.

Pada awal orientasi di departemen, saya tidak mampu menyatakan kekaguman saya kepada ketua departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Dr Ardini Raksanagara.

" Saya sangat menyukai hari Isnin. Ada banyak yang mahu dilakukan dan banyak sejarah yang mahu dilakar pada hari ini!" katanya dengan gayanya tersendiri.Senyum sinisnya mekar di bibir.

" Banyak orang tidak mengetahui yang saya sakit. Ada sakit pinggang bawah( baca Low Back Pain) dan penyakit-penyakit lain yang menyebabkan saya harus konsultasi ke hospital.Namun saya tetap di sini"

" Love your work, you will save your energy one- third"

Itulah antara keramat kata yang sering diungkapkannya.

Guru yang terbilang buat diriku..

Dan di sini juga ada bonda Dr Henni Djuhaeni.Pangkatnya mama kepada saya.Dia mantan ketua departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat.Pengalamannya menggunung tinggi.

Bonda banyak mencetak direktor-direktor rumah sakit di Indonesia.Dengan keterbatasan yang ada, dan besarnya sumber daya yang ada di Indonesia, cabaran yang dihadapi ternyata tidak kecil..

Kata-katanya menusuk hati.

" Ini gambar kepala Puskesmas!" katanya sewaktu mempersembahkan presentasi kepada kami.Namun yang keluar adalah gambar saya sewaktu membentangkan tesis pada tahun keempat kelmarin.

Saya benar-benar lupa bahawa Dr Hennilah sang penguji pada saat itu.Mengambil dan mnyutradara gambar merupakan kegemarannya..

Dan di akhir pertemuan kami Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Bonda Henni mendeklamasikan sebuah sajak kepada kami, anak-anaknya..


Sebuah Doa Untuk Anak-Anakku
(teriring agar semoga sukses dimanapun nanti kalian berada)

Saat pertama kali kulihat wajah kalian,
Penuh cemas,padahal tidak beralasan,
Seakan PH(Public Health)..menakutkan, sehingga kreatifitas tenggelam,
Padahal walau lelah..PH tetap mengasyikkan,
Syaratnya: mau menerima masukan, takut kerana salah,
Berani kerana benar serta mau belajar..menerima perubahan.

Tak terasa empat minggu telah berlalu..aaah takkan kulihat lagi,
Jaeni tersenyum simpul, disangka Malaysia padahal Indramayu,
Dilla yang ingin tahu, tapi tampak takut, Melly tunduk tersipu,
Datang Ababil bicara..bak Cinta Laura, namun selalu terburu-buru,
Indonesia,Malaysia sama sahaja..kalian tetap anak-anakku,
Rasanya tak cukup waktu untuk memberikan ilmu,
Padahal...kutahu,tantangan dan kendala akan mengharu biru,
Dalam..kehidupan anak-anakku, oleh kerana itu..Tuhanku,
Aku mohon kepadaMu..berilah mereka yang sesaat lagi akan menjadi dokter baru:

Kekuatan dalam menghadapi tantangan,
Mampu bangkit setelah mengalami kegagalan,
Mampu bersaing..penuh kemandirian,
Disiplin dan tanggungjawab..menjadi kehidupan,
Melaksanakan profesionalisme bukan dengan alasan..uang,
Tetapi dengan niat beribadah kepadaMu..Ya Tuhan...

Berikan juga rasa haus akan ilmu pengetahuan,
Namun..tetap runduk tanpa kesombongan.
Penuhi empati, sehinggan mampu merasakan..kesusahan,
Cukupi rizki..sehingga mampu berbagi terhadap yang kekurangan,
Menghargai orang lain, namun..tegas dalam mengambil keputusan,
Kerja keras penuh semangat namun, menyenangkan..

Setelah itu...O..Tuhan, berikan juga pada mereka,
Rasa humor..sehingga serius tak berlebihan,
Hilangkan iri..penuhi kasih sayang,
Terhadap orangtua, keluarga dan...kolega,
Sehinggan perdamaian..dapat mereka wujudkan,
Jika ia telah terlaksana, ya Tuhan..Syukur nikmat yang aku rasakan,
Karena rasanya tak sia-sia, Aku...menjadi ibu...bagi mereka..

Bandung, 4 Maret 2011.
Henni D.